Warga Keluhkan Jangkauan Layanan BPJS

0
112

 

Nusantara.news, Kota Malang – Penerapan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tidak pernah sepi dari keluhan.  Mulai dari rumitnya alur pelayanan BPJS Kesehatan karena menerapkan alur pelayanan berjenjang. Sebelum ke rumah sakit, peserta wajib terlebih dulu ke faskes tingkat pertama, yaitu puskesmas.

Kemudian juga banyaknya peserta BPJS yang mengeluhkan pembayaran biaya pengobatan yang tak ditanggung sepenuhnya oleh BPJS, apabila ditinjau dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS seharusnya menyelenggarakan sistem jaminan sosial berdasar asas kemanusiaan, manfaat, dan keadilan sosial bagi semua rakyat Indonesia.

Kali ini, masyarakat Kota Malang mengeluhkan karena BPJS hanya bisa diakses di beberapa Rumah Sakit tertentu, sehingga tak semua institusi kesehatan yang melayani dengan mekanisme BPJS.

Sujiman, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang mengungkapkan, bahwa memang tidak semua rumah sakit menggunakan sistem BPJS, seakan akan keadaan sistem ini belum merata “Padahal masyarakat kurang mampu ada disetiap sudut, Namun kok BPJS belum juga merata untuk semua daerah atau wilayah” kata Dia kepada Nusantara.News, Jumat (31/3)

Wakil Walikota Malang, Sutiaji mengungkapkan bahwa hingga hari ini sistem BPJS masih lemah dan juga  belum maksimal dalam memberikan kemudahan akses kesehatan dan berobat bagi masyarakat Kota Malang. “Sampai saat ini, BPJS baru bekerjasama dengan 21 rumah sakit, padahal menurutnya, jumlah itu belum ideal memenuhi kebutuhan masyarakat yang tersebar di lima kecamatan,” ungkapnya

Ia mengharapkan BPJS harus lebih memerluas jaringan kerjasama untuk dapat menjangkau seluruh masyarakat Kota Malang. “BPJS harus lebih memperluas jaringan kerjasama, sehingga masyarakat yang berada jauh dari pusat kota mendapatkan kemudahan akses, dapat berobat di rumah sakit yang tidak jauh dari tempat tinggalnya,” tutup Wakil Walikota Malang tersebut.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here