Warga Keluhkan Pembangunan TPS di Dekat Pintu Masuk Tarekot Malang

0
105

Nusantara.news, Kota Malang – Pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) yang bertempat di dekat pintu masuk Taman Rekreasi Kota (Tarekot) banyak dikeluhkan oleh beberapa pengunjung dan pedagang yang berjualan di sekitaran pintu masuk. Pembangunan tersebut dinilai kurang tepat baik sasaran dan lokasinya

Lely Setyowati, salah satu pengunjung Tarekot mengungkapkan bahwa pembangunan TPS yang berlokasi di dekat pintu masuk tersebut kurang tepat. “TPS kok dibangun di depan sih. Harusnya TPS dibangun di belakang, karena tampak depan adalah citra dari suatu tempat,” ujarnya kepada Nusantara.news, Minggu (30/4/2017)

Kehadiran TPS tersebut pasti membawa dampak di lingkungan sekitar. Selain menimbulkan aroma yang kurang sedap, keberadaan TPS di dekat pintu masuk tempat rekreasi itu juga kumuh (jorok) dan tidak elok dipandang mata. “Dari depan saja sudah tidak menarik dipandang, masih ditambah lagi dengan bau sampah. Lingkungan akan menjadi kotor karena sampah. Tarekot akan sepi dari pengunjung jika kedaannya demikian,” jelas Lely

Sementara itu Yahya, salah satu pedagang toko di Tarekot menjelaskan bahwa ia kurang setuju  jika TPS dibangun di dekat pintu masuk. Ia berpendapat, di lokasi Tarekot itu lebih baik dibangun taman untuk memperindah Tarekot. “Kalau dibangun TPS nanti pembeli di kios dan warung dekat pintu masuk jadi sepi. Soalnya pasti menimbulkan bau yang tidak sedap,” tutur Yahya.

“Pembangunan yang tidak tepat itu akan membawa dampak pada pengunjung Tarekot, dan juga secara tidak langsung akan berdampak pada penjualan dagangan kami,” urainya.

Para pedagang setempat mengaku bahwa mereka tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan ini.  “Harusnya kan ada pemberitahuan atau kami dajak kumpul dan ngobrol enaknya seperti apa agar masing-masing pihak tidak ada dirugikan. Kalau sepihak gini, ya itu namanya semena-mena. Harusnya kita dirangkul,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak orang-orang penting dan tamu pejabat dari luar kota yang menyempatkan mampir ke Tarekot saat berkunjung ke Kota Malang. “Tamu Pemkot sering sekali  berkunjung ke Tarekot. Kalau TPSnya di bangun di depan, ibarat disuguhkan sampah. Kesannya jadi kumuh,” jelas pedagang yang sudah belasan tahun berjualan di lokasi tersebut.

Sekedar informasi, pembangunan TPS tersebut menghabiskan biaya kurang lebih Rp100 juta. Tentu patut disayangkan jika dengan biaya sebesar itu pembangunan TPS kurang tepat sasaran.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemkot Malang, Suwarjana mengungkapkan, pihaknya akan tetap membangun TPS di Tarekot. Pasalnya di Tarekot belum ada TPS yang cukup untuk menampung sampah. “Selama ini memang belum ada TPS. Walaupun ada, tapi tidak mampu menampung sampah,” jelasnya.

Perihal belum diajaknya para pedagang untuk berunding dalam pembangnan TPS tersebut, Kabag Umum Sekda tersebut mengaku belum ada komunikasi formal. Namun ia mengatakan, dalam waktu dekat ini pihak pemkot akan segera mengajak para pedagang untuk berunding.

Apakah pemkot nantinya akan menyerap aspirasi dan mempertimbangkan pandangan para pedagang? Mari kita tunggu hasilnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here