Warga Muncar Resah Dengan Pencemaran Lingkungan

0
322

Nusantara.Banyuwangi – Sejak hari senin (23/1/2017) masyarakat Muncar Kabupaten Banyuwangi resah dengan pencemaran sungai Kali Mati. Warga sekitar sungai melakukan protes dengan membentangkan spanduk dan memasang papan seruan di sepanjang aliran sungai bahwa wilayahnya telah tercemar. Selain itu, gerakan protes juga dilakukan secara masif melalui media sosial dengan menulis Taggar SAVEMUNCAR.

Salah satu akun Facebook bernama Hamdhani Putra menuliskan tagar “sisi lain Banyuwangi, berkubang limbah #Save Muncar. Sementara itu, akun lain bernama Abdul Khaliq Azhari melayangkan protes sama dengan memajang foto protes warga dan menuliskan “Selamatkan Tanah Kelahiran Kami, Jangan Biarkan Lingkungan Kami Di Rusak Oleh Tangan-Tangan Yang Tidak Bertanggung Jawab, #Savemucar. Masih banyak lagi wujud protes masyarakat terkait pencemaran lingkungan melalui media sosial.

“Kami lakukan pemasangan berbagai papan, salah satunya bertuliskan “Azwar Anas, Hentikan Perusakan Lingkungan Muncar!!”, kata Riski selaku penggagas gerakan warga pada hari Jum’at (27/1/2017). Menurutnya protes ini dilakukan bukan untuk menjelekan Banyuwangi, tetapi agar pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendengar dan mengambil sikap dengan kondisi yang ada.

Karena lokasi sungai yang berada di dekat jalan, aksi protes mendapatkan perhatian dari masyarakat lain yang kebetulan melewati wilayah tersebut. Masyarakat ikut membantu mempublikasikan aksi protes melalui media sosial seperti facebook, twitter hingga instagram. Kondisi ini membuat media sosial ramai dengan perbincangan pencemaran lingkungan di sungai Kali Mati.

Protes masyarakat Muncar yang disalurkan melalui media sosial ini mendapatkan respon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi dengan terjun ke lapangan untuk mengecek kondisi sungai. Selain itu, DLH juga mendatangi beberapa pabrik yang diduga membuang limbah pengolahan tanpa melalui pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Budi Wahono, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Lingkungan, (24/1/2017) mengatakan melakukan pengambilan contoh air yang ada di sepanjang aliran sungai. “Setidaknya ada delapan titik lokasi di panjang sungai, dan sesuai setandar hasil akan keluar setelah 21 hari masa kerja,” ungkapnya.

Pada inspeksi DLH Banyuwangi, total terdapat dua perusahaan yang telah di datangai yaitu pabrik pengolahan ikan Pabrik BFPI yang ditemukan membuang limbah ke selokan pabrik dan PT Samuda Pasific, IPAL yang dimiliki tidak berfungsi. Selanjutnya, DLH Banyuwangi akan melakukan pengecekan berkala terhadap pabrik-pabrik lain di wilayah perindustrian Muncar.

Industri hadir sebagai penggerak roda perekonomian dan mewujudkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Secara ideal, perkembangan pembangunan industri harus dibarengi dengan sistem penjagaan lingkungan yang berkualitas. Karena, jika aspek lingkungan dihilangkan maka masyarakat sekitar akan mendapatkan efek negatifnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here