Warsubi Masuk Radar PDIP, Memilih Dukung Bupati Nyono

0
82
Kepala Desa Mojokrapak Warsubi (tengah) bersama Bupati Jombang dan Kepala Kantor ketahanan Pangan Jombang mengangkat tropi Adhikarya Pangan Nusantara (APN)

Nusantara.news, Jombang – PDIP getol mencari bakal calon Bupati Jombang untuk Pilkada 2018. Bahkan, Warsubi, seorang kepala desa di Jombang pun, masuk dalam radar PDIP. Namun, yang bersangkutan lebih memilih mendukung Bupati Jombang saat ini, Nyono Suharli Wihandoko .

“Saya akan bertahan sebagai Kepala Desa. Mengenai adanya usulan oleh PDIP yang menyebut nama saya sebagai bacabup, ya saya berterima kasih,” ujar Warsubi, Kepala Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, menangapi namanya masuk radar PDIP.

Ia mengaku masih ingin mengabdi pada desa. Selain itu, menurut Warsubi, hingga saat ini pihakya masih mendukung adanya kepemimpinan Bupati saat ini.  “Saya masih ingin melihat duet Bupati dan Wakil Bupati yang saat ini. Dan saya pun masih belum kepikiran untuk menuju ke arah sana, dan masih perlu dipertimbangkan dengan keluarga, ” terangnya.

Meski begitu, pihaknya tak menampik jika hingga saat ini masih banyak partai politik yang melamar dirinya untuk bisa menjadi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.  “Memang ada beberapa partai politik yang sudah berkomunikasi dengan saya. Namun, setelah menjadi Kepala Desa, mungkin lebih baik menjadi legislatif terlebih dahulu. Sehingga untuk menjadi orang nomor satu belum kita pikirkan,” jelasnya.

Munculnya nama Warsubi, adalah upaya untuk mengulang kesuksesan Nyono Suharli Wihandoko, yang berangkat berangkat dari kepala desa. Lantas siapa Warsubi?

Dari penelusuran Nusantara.news, Warsubi adalah anak dari seorang kepala desa di Desa Ganggang Tingan, Kecamatan Ngimbang, Lamongan. Bapaknya pun dikenal sebagai seorang nasionalis dan pengagum berat Bung Karno. Ada sebuah cerita di masa Orde Baru, dia mendorong warganya untuk mencoblos Golkar, dan harus menang 100%. Ternyata setelah dihitung ada satu suara untuk PDI ( sekarang PDIP). Mendapati hasil itu ia marah-marah. Tapi, usut punya usut, ternyata satu suara itu miliknya.

Warsubi sendiri selain dikenal sebagai kepala desa, juga seorang pengusaha ternak ayam, dan rekanan Petrokimia dalam menyediakan pupuk organik, yang berbahan baku dari kotoran sapi. Bagi masyarakat Mojokrapyak dia terkenal sangat dermawan. Karyawan yang bekerja di usahanya bergiliran diberangkatkan umroh.

Sulit Cari Lawan Nyono

Kesulitan mencari lawan buat petahana adalah sebuah kewajaran, mengingat berdasarkan hasil pileg 2014, peta perolehan kursinya PDIP (9), PKB (8), Golkar (7), Demokrat (6), PKS (5), PPP (4), Nasdem (4), PAN (3), Gerindra (2) dan  Hanura (2). Dengan komposisi demikian tidak ada satu pun partai yang memenuhi persyaratan pencalonan 20% kursi DPRD.

Kesulitan ini semakin terasa setelah DPC PDIP Jombang gagal menjaring calon kuat. Nama-nama seperti Bupati Nyono Suharli Wihandoko, Wakil Bupati Munjidah Wahab, Anggota DPR Sadarestuwati dan tokoh populis baru Warsubi, tidak mendaftar.  Penjaringan PDI P hanya mendapatkan nama-nama seperti Wulang Suhardi, Marsaid, Iwan Setiabudi, Goetomo, Abdul Qodir.

Walupun begitu, bukan berarti DPC PDIP Jombang patah arang, melalu Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC PDIP Jombang diusulkan 6 nama yakni Ketua DPRD Jombang Joko Triono, Ketua DPC PDI-P Jombang H Marsaid, Sadarestuwati anggota DPR RI, sekretaris DPC PDIP Wulang Suhardi, H Warsubi, dan Nyono Suharli Wihandoko.

“ Nama-nama ini muncul dari hasil aspirasi yang ada pada Rakercab dan hasilnya ini akan dibawa ke rapat pleno sesuai aturan mekanisme partai, “ Kata Cukup Ismono Ketua Panitia Penjaringan Bacabup kepada media beberapa waktu lalu.

Terdapat 2 nama yang sama baik melalui Rakercab maupun pendaftaran yakni Marsaid dan Wulang Suhardi. Lantas apakah nama-nama ini memiliki kans kuat untuk diusung PDIP? Entahlah tunggu tanggal mainnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here