Waspada, Tren Kejahatan di Malang Meningkat Jelang Lebaran

0
44

Nusantara.news, Kota Malang – Menjelang Lebaran, masyarakat diminta waspada terhadap kejahatan perampokan, begal, penodongan, pejambretan, pencurian, perampasan bermotor. Karena, biasanya, justru di saat-saat jelang Lebaran inilah kriminalitas merebak. para penjahat tentunya hafal betul, yang namanya puasa jelang Lebaran, banyak masyarakat yang akan berbelanja memenuhi kebutuhannya untuk hari raya Idul Fitri.

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan, seperti di tahun-tahun sebelumnya, memang kerap terjadi peningkatan kriminalitas setiap menjelang Lebaran. “Memang, biasanya, jelang lebaran bermunculan penjahat yang memanfaatkan situasi dan kondisi untuk melakukan kejahatan, karena mereka tahu masyarakat lagi banyak rejeki atau banyak uang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Hoirudin Hasibuan menghimbau pada warga agar  berhati-hati, khususnya seusai mengambil uang dalam jumlah banyak di bank. “Silakan minta pengawalan dan pengamanan dari polisi. Tidak bayar,” ujar Hoiruddin.

Ia mengaku, saat ini menambahkan personelnya untuk pengamanan situasi dan kondisi masyarakat agar aman, tentram dan terhindar dari tindak kejahatan. “Kami menambahkan personel untuk pengamanan masyarakat, khusunya pada operasi-operasi yang digelar,” akunya.

Sementara itu, trend kejahatan di wilayah Kabupaten Malang tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan lalu. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung SH SIK, crime total atau total kriminal tahun ini berjumlah 2.156 kejadian. Angka ini meningkat 363 kasus jika dibandingkan dengan tahun lalu dengan jumlah 1.793.

Sedangkan crime clearance atau penyelesaian kriminal tahun ini mencapai 1.184 kasus yang diselesaikan, angka ini menurun 32 dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 1.216. Jika dicermati data tersebut, tahun ini masih ada 972 kasus kriminal yang belum terselesaikan.

Bukan hanya angka gangguan Kamtibmas yang meningkat dari tahun lalu. Indeks kriminal juga mengalami peningkatan.

Laporan tahun lalu terdapat 715 indeks kriminal, meningkat menjadi 898 pada 2016. Kasus yang dapat diselesaikan, Berdasarkan data yang disampaikan oleh Ujung, angka pencurian motor paling mendominasi.

Tahun sebelumnya sebanyak 214 laporan dan kini ada 350 kasus pencurian motor. “Angka pencurian motor paling banyak di indeks kriminal. Hal ini juga menjadi perhatian saya, menekan angka street crime,” kata Ujung.

Ujung menjelaskan, untuk menekan angka pencurian motor, dia akan mengumpulkan para anggota patroli di setiap Polsek.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here