Zulkifli Hasan: Jangan Mempertandingkan Kekuatan untuk Mengakhiri Pertikaian 

0
57

Nusantara.news, Surabaya – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengingatkan kepada semua kadernya bahwa tantangan yang dihadapi bangsa tergolong serius dan tidak mudah diatasi dalam waktu yang relatif pendek.

“Tetapi ketahuilah, dengan bersama-sama kita mampu mengatasi semua tantangan ini,” ujar Zulkifli saat memberikan pidato politik di Pelantikan Pengurus DPW PAN Jatim dan DPD PAN Kabupaten/Kota se-Jatim di Grand City Surabaya, Minggu (22/1 2017).

Ditambahkan, PAN bertekad lebih memilih harapan ketimbang ketakutan.

“Untuk itu menjaga kesatuan menjadi tujuan daripada konflik dan pertentangan. Kita menyadari bahwa kemakmuran dan keadilan tak pernah diberikan begitu saja. Untuk mencapai semua itu kita harus bekerja keras dengan kejujuran dan ketabahan dan berlaku secara adil,” katanya.

Dia mengajak, semua untuk penjaga warisan bangsa. Juga rakyat Jawa Timur diajak untuk bekerja sama.

“Membuat ladang kalian subur dan membuat air menjadi mengalir karena kita adalah satu bangsa, bangsa Indonesia,” katanya.

Ditegaskan konsep demokrasi, adalah meletakkan dasar secara hakiki dan jangan persempit ruang publik dengan segala permasalahan.

“Demokrasi bukan sekedar seremonial, segala sesuatu bisa dibicarakan dan jangan budayakan budaya tanding untuk mempertandingkan kekuatan,” tegasnya.

Disebut, Amin Rais mengajarkan proses demokrasi adalah proses yang hakiki dan memberikan peluang yang sama kepada setiap warga negara.

Demokrasi bukan aksesoris Pilkada tapi demokrasi adalah memberikan ruang publik untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Hampir 19 tahun reformasi, sebagai koreksi terhadap cita-cita kemerdekaan sebagai bentuk koreksi demokrasi yang bertujuan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Mari kita duduk dialog secara  bersama secara terbuka apa yang menjadi permasalahan sehingga persoalan akan selesai karena pada dasarnya kita keluarga besar bangsa Indonesia, dan kembali kepada jati diri bangsa Indonesia, dialog untuk mufakat,” ajaknya.

Kepada seluruh kader, Zulkifli Hasan juga minta untuk berani menyuarakan kebenaran, taat  pada konstitusi serta undang-undang yang berlaku.

“Saya berharap kader PAN bisa menyampaikan kebenaran.

Negara Indonesia adalah negara hukum namun tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan hukum,” katanya.

Dari ajakan tersebut dapat disimpulkan untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman di Indonesia, hendaknya semua elemen bangsa harus kembali kepada uraian yang dijabarkan di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, musyawarah untuk mufakat.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here