Zulkifli Hasan: Wacana Poros Ketiga di 2019 Butuh Keajaiban

0
62
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kedua kanan) seusai meninggalkan acara "Cangkruk Bareng Zulhasan nang Jawa Timur" di Parkir Timur Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (16/4). Safari politik Zulkifli ke Jawa Timur tersebut bertujuan untuk sarana konsolidasi infrastruktur partai, sekaligus melakukan navigasi program pemenangan PAN di Jawa Timur. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc/18.

Nusantara.news, Surabaya – Agenda politik penuh sesak di negeri ini hingga 2019 mendatang. Hiruk pikuk Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak jilid III yang sudah masuki tahap kampanye, bahkan seolah tenggelam karena dinamika politik lebih menyoroti siapa dan berapa pasangan yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) nanti. Apalagi tahap pendaftaran calon dan wakil presiden (Capres-Cawapres) hanya berselang 2 bulan pasca pilkada.

Setidaknya sudah ada 2 nama yang sudah resmi dicalonkan sebagai presiden. Yakni incumbent Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Di luar nama itu, kendati peluangnya sangat berat, ada nama-nama ketua umum partai yang punya basis massa cukup besar. Salah satunya adalah Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR.

Mengacu pada Pilpres 2014, suara politik masa itu mengerucut pada dua kubu. Yakni Koalisi Merah Putih (KMP) yang diisi Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PAN dan PBB dengan mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai pasangan Capres-Cawapres. Sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla di sisi lain diusung Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan motornya PDI-P yang diikuti PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI.

Hasilnya, selain memenangkan pertarungan KIH juga ‘sukses’ membuat tiga partai KMP membelot. Yakni Golkar, PPP dan PAN kendati melalui proses rumit dan berbelit yang melibatkan invisible hand di internal elite ketiga partai itu. KMP bahkan resmi dinyatakan bubar pada 4 Februari 2016 oleh Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Kondisi ini memunculkan rumor munculnya poros ketiga karena ada peluang partai yang enggan masuk KIH tapi juga segan jika bergabung dengan Gerindra-PKS, memilih jalur lain untuk meramaikan Pilpres. Terkait hal itu, Zulkifli Hasan menilai butuh keajaiban langkah itu tercapai. “Untuk mewujudkan (wacana) poros ketiga butuh keajaiban, ” katanya usai diskusi dan sharing informal dengan media di sebuah rumah makan di Surabaya, Selasa (17/4) malam.

Zulkifli mengemukakan, pihaknya justru sedang menggagas koalisi nasional untuk menghadapi pemilihan presiden (pilpres) mendatang. Koalisi nasional digagas untuk merajut kembali Merah Putih. Koalisi ini untuk menguatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa. “Tidak memecah belah, tidak bermusuhan, tetapi untuk kepentingan nasional kita. ‘National interest’, ” katanya.

Menurut Zulkifli, gagasan mengenai koalisi nasional sedang dibahas partai-partai politik. Namun Zul belum menjelaskan secara rinci mengenai jumlah partai dan partai apa saja yang membahas gagasan tersebut.

Mengenai arah dukungan PAN dalam pilihan presiden mendatang, Zul mengemukakan belum bisa ditentukan saat ini. “Bisa saja ke Pak Jokowi, bisa juga ke Pak Prabowo atau bisa juga yang lain, ” katanya. Dia berdalih partai yang mayoritas menampung suara warga Muhammadiyah ini, ingin fokus pada pilkada. ‘Kita lihat nantilah setelah pilkada. Sekarang masih demikian ‘cair’, ” katanya. Disinggung kesiapan maju sebagai calon presiden, dia menegaskan siap jika partai menghendaki.

Terkait hal ini, Ketua DPD PAN Sampang Moh Yanto mengatakan, siap mendukung penuh Zulkifli Hasan untuk maju di Pilpres 2019. Sebab, Zulkifli dinilai tokoh yang layak memimpin Indonesia, dengan pengalamannya sebagai politikus di Senayan.

Selain itu, “Zulhasan” sapaan karib Zulkifli Hasan itu, juga memiliki pemikiran yang bagus dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik, selain memiliki modal politik yang bagus, yakni sebagai ketua umum partai. “Kami menilai, beliau merupakan anak bangsa yang siap menjadi pemimpin,” ujar Moh Yanto.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here